Teknik Modular

1.Teknik Modular adalah

Teknik pemrograman terstruktur yang digunakan untuk mengimplemetasikan langkah-langkah pemecahan masalah pada kelompok masalah yang kecil tersebut.

2. Bidang pekerjaan

a) System analis :

seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan

b) Programmer :

seseorang yang ahli dalam membuat program

c) Web Designer :

seorang yang bekerja dengan unsur-unsur visual dan grafis pada suatu hal web.

d) Web Developer :

menganalisis kebutuhan system, merancang    web/design dan programnya, mengonlienkannya ( domain dan hosting ) mempromosiknnya hingga mengurusnya ( maintenance ).

e) Technical Support :

seorang yang mengimplentasi hardware maupun software serta trouble shooting masalah pada perangkat keras.

3. Tahapan membangun program

a.   Definisi Masalah

Menentukan model /rancangan apa yang akan dibuat untuk penyelesaian masalah

b. Analisis Kebutuhan

Menentukan data untuk masukan dan keluaran yang diminta, bahasa pemrograman yang digunakan serta tipe komputer apa yang dibutuhkan

c. Teknik Pemecahan Masalah dan Algoritma

Membuat susunan langkah-langkah/instruksi penyelesaian masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara :

• Menggunakan Flowchart

• Menggunakan bahasa semu (pseudocode)

  1. a. Pengkodean

Algoritma yang telah selesai dilakukan pengujian,dapat langsung ditransformasikan kedalam salah satu bahasa pemrograman yang diinginkan atau yang dikuasai oleh sipemrogram. Bahasa pemrograman yang baik harusalah dapat dipakai pada berbagai jenis komputer yang berbeda-beda dan berbaai jenis sistem informasi, hal ini dikenal dengan portabilitas. Pemrogram juga haruslah menentukan batas waktu minimum dalam penulisan suatu modul program, dari awal hingga siap dioperasikan.

Tujuan pengkodean adalah terjadinya efisiensi terhadap memori yang akan digunakan, efisiensi perintah dalam setiap modul program,serta efisiesi terhadap penggunaan fasilitas input dan output yang akan berpengaruh langsung terhadap porseor ataupun terhadap pengguna.

e. Testing dan Debuging

Dilakukan melalui 2 tahap :

  1. Pengujian tahap testing, Untuk menguji waktu tempuh dan banyak nya memori program yang digunakan. Setelah program bebas dari kesalahan sehingga dapat dilakukan proses excute program
  2. Pengujian Tahap Debuging, Untuk mengecek kesalahan program, Baik sintaksis maupun logika

. f. Pemeliharaan

Upaya yang dilakukan dengan Menghindari kerusakan atau hilangnya suatu program baik hardware maupun Human Error.

g. Dokumentasi

Digunakan untuk file backup

DAFTAR PUSTAKA

Al-Bahra bin Ladjamuddin. B, Pemrograman Terstruktur, Perguruan Tinggi Raharja, 2004.

Al-Bahra bin Ladjamuddin. B, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Perguruan Tinggi Raharja, 2005.

Al-Bahra bin Ladjamuddin. B, Rekayasa Perangkat Lunak, Perguruan Tinggi Raharja, 2006.

Roger S. Pressman., Software Engineering, A Beginner’s Guide, Mc. Graw Hill, 1998.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: