Makalah pemrograman PHP

MAKALAH

TEKNIK-TEKNIK DASAR PADA PEMROGRAMAN PHP

Disusun Oleh:

TUTI PERWITA DEWI        (18073290)

BINA SARANA INFORMATIKA

YOGYAKARTA

2009


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T. karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini sesuai pada waktunya, makalah ini membahas tentang web yang penulis beri judul :

TEKNIK-TEKNIK DASAR PADA PEMROGRAMAN PHP

Tugas ini disusun untuk melengkapi dan memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemograman Terstruktur di Program Pendidikan Diploma Tiga Bina Sarana Informatika tahun ajaran 2009/2010.

Dalam penulisan tugas ini, penulis mendapatkan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, diantaranya :

  1. Elly Murtiningsih, S. Kom. selaku dosen mata kuliah Pemrograman terstruktur
  2. Semua dosen dan karyawan Bina Sarana Informatika.
  3. Kedua orang tua tercinta.
  4. Rekan-rekan mahasiswa Bina Sarana Informatika.
  5. Semua pihak yang telah membantu sehingga selesai tugas ini.
  6. Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mohon kepada pembaca untuk memberi kritik dan saran untuk penyempurnaan penulisan di masa yang akan datang.

Demikian tugas ini kami buat semoga bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta,10 November 2009

Penulis


DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………………………….            i

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………            ii

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………           iii

Abstraksi……………………………………………………………………………………………           iv

BAB I Pendahuluan……………………………………………………………………………..           1

1.1  . Latar Belakang………………………………………………………………….           1

1.2  . Tujuan……………………………………………………………………………..           2

1.3  . Rumusan Masalah………………………………………………………………           2

BAB II Pembahasan ……………………………………………………………………………           3

2.1.   Mencetak output………………………………………………………………           3

2.2.   Deklarasi variable dan variable dinamis………………………………….           4

2.3.   Mengelola variable…………………………………………………………….           5

2.4.   Fungsi/method………………………………………………………………….           6

2.5.   Passing by reference………………………………………………………….           8

2.6.   Statement if else………………………………………………………………..           9

2.7.   Tanda kutip oada string………………………………………………………         11

2.8.   Manajemen string……………………………………………………………..         12

2.9.   Operasi array…………………………………………………………………..         13

2.10. Swapping variable…………………………………………………………….         14

2.11. Kode yang manageable………………………………………………………         14

2.12. Membaca dan mengatur file konfigurasi…………………………………         16

BAB III Penutup………………………………………………………………………………..         17

Kesimpulan…………………………………………………………………………….         17

Daftar Pustaka


ABSTRAKSI

Pada era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi melaju dengan cepatnya. Tak lepas dari itu, bahasa pemrograman yang sering kita gunakan dalam membuat sebuah situspun semakin banyak. Salah satunya diantaranya adalah pemrograman PHP.  Adapun sebuah website sebuah media informasi yang banyak digunakan  pada saat ini adalah website karena dengan menggunakan media website informasi semakin cepat didapat.

Untuk itulah penulis mencoba membuat makalah mengenai teknik-teknik dasar pada pemrograman PHP. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Tutorial ini akan membawa Anda mengenal lebih jauh bahasa ini melalui pembahasan konsep model perancangan dan petunjuk sederhana penggunaannya.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain agar dapat disisipkan dengan mudah ke halaman HTML. PHP memberikan solusi sangat murah (karena gratis digunakan) dan dapat berjalan di berbagai jenis platform. Pada awalnya memang PHP berjalan di sistwm UNIX dan variannya, namun kini dapat berjalan dengan lancar di lingkungan system operasi windows. Suatu nilai tambah yang luar biasa karena proses pengembangan program berbasis web dapat dilakukan lintas system operasi.

Dengan luasnya cakupan system operasi yang mampu menjalankan PHP dan ditambah begitu lengkapnya function yang dimilikinya (tersedia lebih dari 400 function di PHP yang sangat berguna) tidak heran jika PHP semakin menjadi tren di kalangan programmer web.

Penemu bahasa pemrograman ini adalah Rasmus Lerdorf, yang bermula dari keinginan sederhana Ledorf untuk mempunyai alat bantu dalam memonitor pengunjung yang melihat situs web pribadinya. Inilah sebabnya pada awal pengembangannya, PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page tools, sebelum akhirnya menjadi Hypertext Prepocessor.

Antusias komunitas internet terhadap bahasa PHP ini begitu besar, sehingga Rasmus Ledorf akhirnya menyerahkan pengembangan PHP ini kepada sebuah tim pemrograman dalam rangka gerakan open source. Tim ini membangun kembali PHP dari awal dengan menulis ulang program parser PHP. Hasilnya adalah PHP 3.0 yang memiliki dukungan lebih luas terhadap database. PHP 4.0 sebagai versi lanjutan dari PHP 3.0 dirilis. Setelah itu, dengan menggunakan mesin scripting Zend untuk memberikan kinerja yang lebih capet dan lebih baik. Versi ini telah mampu mendukung server web selain Apache dan secara built-in telah mampu menangani menajemen session.

Untuk dapat menjalankan script-script PHP, sebuah system harus mempunyai Apache Web server, PHP 4/PHP 5, dan database MySQL. Ketiganya adalah program open source yang tersedia secara gratis di internet dan dapat berjalan di berbagai platform (windows maupun UNIX/Linux).

1.2.      Tujuan

a. Agar kita bisa mengetahui apa itu pemrograman PHP

b. Agar kita bisa mengimplementasikan  aplikasi PHP

c. Mengetahui teknik-teknik dasar pemrograman PHP

1.3.      Rumusan masalah

1.   Bagaimana menulis kode program PHP yang efektif dan efisien?

2.   Bagaimana kita bisa memahami teknik-teknik dasar pemrograman PHP?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.         Mencetak Output

PHP menyediakan beberapa fungsi string untuk mencetak output ke browser, dua di antaranya yang sering digunakan adalah print( ) dan echo(). Kedua fungsi ini sebenarnya bukan fungsi riil, tetapi suatu konstruksi bahasa. Meskipun secara garis besar print() dan echo() memiliki tujuan sama, akan tetapi ada beberapa perbedaan esensial yang perlu diperhatikan.

Fungsi print() berperilaku seperti fungsi pada umumnya, dan memiliki nilai kembalian (return value) berupa integer 1. Dengan demikian, print() dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi yang lebih kompleks. Sementara itu, echo()mempu menerima lebih dari satu parameter sekaligus, dan tidak memiliki nilai kembalian.

print    ‘String 1’;

echo     ‘String 1’;

// Menggunakan beberapa parameter

Echo    ‘String 1’,   “String 2”,   ‘…’;

Fungsi string echo() akan dieksekusi lebih cepat  dibanding dengan print(). Perbedaan ini disebabkan fungsi print() akan mengembalikan status (integer) yang menyatakan apakah proses berhasil dilaksanakan atau tidak.

Di sisi lain, echo() hanya menampilkan output saja dan tidak mengerjakan apa-apa lagi. Adapun dalam implementasinya, status nilai kembalian dari penggunaan fungsi string hampir tidak pernah diperlukan.

2.2.         Deklarasi Variabel dan Variabel Dinamis

Tidak seperti bahasa lain (C, atau C++), variabel di PHP bisa digunakan meskipun belum dideklarasikan. Kita bisa menciptakan variabel kapan saja ketika memerlukan, kemudian menggunakannya. Variabel ini akan tetap eksis selama program dieksekusi.

Penamaan variabel harus diawali dengan tanda dollar($) dan diikuti oleh nama ringkas. Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka, tapi bisa berisi angka dan karakter underscore (_). Untuk menghindari kesalahan dalam menggunakan variabel, perlu diketahui, nama variabel bersifat sensitive.

// deklarasi dan inisialisasi variabel

$result =1+5; // valid

$RESULT        =2+5; // valid, beda dengan $result

$_result           =3+5; // valid

//deklarasi dan inisialisasi variabel

$1 =1+5;                                // tidak valid

$1res  =2+5;               // tidak valid

$#res  =3+5;               // tidak valid

$my-res  =4+5;           // tidak valid

Tanda dollar berfungsi untuk membantu dalam membedakan variabel dengan fungsi dan keyword PHP. Tanda dollar adalah bagian dari nama variabel, atau bisa dikatakan sebagai suatu operator yang mangacu ke memori.

Di PHP, bisa juga menciptakan nama variabel secara dinamis, yakni menggunakan sintaks variabel (double variabel). Variabel-variaebl mengambil nilai dari suatu variabel dan memperlakukannya seperti nama variabel.

Contohnya seperti berikut:

$a  = “hello”;

$$a = “world”;

Tanda double dollar ($$) adalah sintaks yang digunakan untuk menuliskan suatu variabel. Variabel yang juga desebut variabel dinamis ini bisa dipanggil melalui dua cara.

// Memanggil variabel dinamis

echo     “${$a}”;         // mencetak world

// ekuivalen dengan berikut:

Echo    “$hello”;         // mencetak world

//memanggil semua (kedua) variabel

Echo    “$a $hello”;    // mencetak hello world

2.3.         Mengelola variabel

Dalam implementasi pembuatan kode program, secara garis besar ada tiga konstruksi bahasa yang digunakan untuk mengelola variabel, yaitu isset(), unset() dan empty()

a.isset

isset() digunakan untuk menyatakan apakah suatu variaebl diset atau tidak. Apabila variabel sudah diset, isset() akan mengembalikan niali true, dan sebaliknya bernilai false. Begitu pula ketika variabel diinisialisasikan dengan nilai NULL, isset() akan mangembalikan nilai false.

b.unset

unset() merupakan kebalikan dari isset(), yakni meng-unset variabel, dan membebsakan memori yang sudah digunakan, jika tidak ada variabel yang mengacu nilainya. Pemanggilan isset() pada variabel yang sudah di-unset akan mengembalikan nilai false.

c.empty

Pada umumnya, empty() sering digunakan untuk memeriksa apakah  variabel form tidak dikirim atau tidak berisa data.Berbeda dengan isset(), yang mengembalikan false pada variabel yang di-unset, empty() akan mengembalikan nilai true.

2.4.         Fungsi/Method

Fungsi, atau method di paradigma objek, adalah blok kode yang dapat didefinisikan kemudian dipanggil (di-invoke) dari bagian lainprogram. Penggunaan frungsi dapat menjadikan kode program lebih moduler. Fungsi menyediakan kemampuan yang lebih baik bagi struktur kode agar dapat digunakan ulang (reusable).

Sebagai pemrogram, harus bisa manganalisa, kapan harus menggunakan fungsi dan kapan tidak mengunakannya. Sebagai, untuk kode-kode yang sama dan sering digunakan, tentu akan lebih praktis dijadikan suatu fungsi.

Contoh:

/*  Mendapatkan jam dari system

Dengan format 0-23 */

$time   =  date (“G”);

If      ($time < 12 )  {

$say  = ‘good morning..’;

}  elseif  ($time < 17)  {

$say       = ‘good afternoon..’;

}  else  {

$say  = ‘good evening..’;

}

Echo $say;

Pada saat fungsionalitas kode di atas diperlukan kembali, akan menulis ulang kode yang kenyataannya sama. Agar lebih efektif dan efisien, lebih praktis jika kode di atas dijadikan kode sebagai suatu fungsi.

Function greeting ($tNow)     {

If  (!$tNow)  return  ‘’;

If  ($tNow  <  12 )  return   ‘good morning..’;

If  ($tNow  <  17 )  return   ‘good afternoon..’;

If  ($tNow  >  17 )  return   ‘good evening..’;

}

// memanggilfungsi

Echo greeting ($time);

Dalam pengembangan aplikasi web, sebaiknya menghindari penulisan ulang fungsi pre-defined PHP. Lain halnya jika fungsi memiliki fungsionalitas khusus, dan penulisan ulang fungsi PHP diperlukan untuk mendukung implementasi fungsi.

Contoh penulisan ulang PHP:

// menulis ulang fungsi strlen

Function getLength($str)  {

Return strlen($str);

}

// Mengembalikan panjang srting

Echo getLength (‘hello’);

Penulisan ulang fungsi-fungsi PHP mengakibatkan kode program susah dibaca oleh user. Disamping itu, yang lebih penting, penulisan ulang fungsi PHP di dalam fungsi user defined akan memerlukan waktu tambahan saat eksekusi sehingga menjadiak kode labih lambat.

2.5.         Passing by Reference

Secara default, melewatkan (passing) argument pada suatu fungsi menggunakan value. Mekanisme yang dikenal sebagai passing-by-value ini, pada teknisnya, meng-copy nilai argument yang di-pass tersebut ke dalam variable local. Mekanisme lain dalam passing argumen adalah passing-by-reference.

Passing melalui referensi (reference) mengizinkan untuk menghindari pekerjaan pengembalian variable dan mengassign nilai ke variable aslinya. Ini akan bermanfaat ketika ingin memodifikasi nilai argument dengan fungsi tersebut.

Untuk melakukan passing melalui referensi, tambahkan operatot dan pada vaiabel yang manjadi argument.

Contohnya seperti berikut

// passing variable $str by referece

Function setHTMLTag (&$str, $tag  = ‘b’)  {

$str = “<$tag>$str</$tag>”;

}

$myStr = “Hello”;

seHTMLtag($myStr);

echo $myStr;

//men-set tag h1

setHTMLTag ($myStr,   ‘h1’);

echo $myStr;

Dalam kasus ini, argument yang berupa variable $str akan di=-pass by reference. Di sini tidak perlu mendefinisikan nilai kembalian karena nilai aslinya sudah dimodifikasi.

Selain passing argument, juga bias mengembalikan nilai melalui referensi, bukan  melalui nilai. Penulisan fungsi untuk implementasi ini hamper sama dengan passing, tetapi operator dan diletakkan sebelum nama fungsi.

Function  &setHTMLTag ($str, $tag = ‘b’ )  {

//return valueby reference

Return “<$tag>$str</$tag>”;

}

$mystr = “hello”;

$bold =& setHTMLTag($mySTr);

Echo $bold;

//men-set tag h1

$head =& setHTMLtag($myStr,  ‘h1’);

Echo $head;

Perhatikan operator assignment yang digunakan di sini adalah =&, bukan operator =, jika menggunakan operator =, maka PHP akan meng-assign value, bukannya mengacu (me-refer).

Perlu diketahui, contoh di atas sekedar menggambarkan penggunaan referensi referensi. Bagaimanapun juga, penting sekali untuk memahami pendekatan berbasis referensi karena sering menimbulkan kesalahan dalam menginterpretasikannya, terutama ini terkait dengan masalah performansi. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan mengenai Optimasi dan Performansi.

2.6.         Statement if else

Pernyataan kondisional seperti if dan switch mengizinkan blok kode yang berbeda untuk dieksekusi b ergabtung pada keadaan saat dieksekusi. Kondisi pada pernyataan if dapat berupa ekspresi apa pun, yang dievaluasi ke nilai Boolean (true atau false). Pada umumnya, pernyataan akan diletakkan ke dalam suatu blok dan diapit oleh tanda kurung kurawal.

Contoh:

$pass  =  ‘okey’;

If    ($pass  ==  ‘oke’)  }

Echo  ‘OKE  <br> ‘;

}  else  {

Echo  ‘NOT OKE  <br>’;

}

// Hasil  :  NOT OKE

Untuk menyederhanakan logika pemrograman, bisa menggunakan operator ternary (?) ketika membuat pernyataan kondosional if else seperti contoh di atas. Dengan menggunakan operator ternary, kode diatas bisa diringkas menjadi:

$pass   = ‘Okey’;

Echo    ($pass  == ‘oke’)  ? ‘OKE’   :  ‘NOT OKE’;

// hasil : NOT OKE

Sederhananya, disini cukup berpedoman pada operator ? dan :. Dimana, pernyataan setelah ? akan dieksekusi jika kondisi terpenuhi, dan sebaliknya pernyataan setelah : yang dieksekusi.

Terkait dengan penggunaan pernyataan kondisional if, ada hal “kecil” yang perlu diperhatikan karena sangat mungkin menimbulkan maslah besar. Bayangakan jika kode diatas digunakan untuk verifikasi password, kemudian keliru menulisakn operator == menjadi =, apa yang terjadi??? Tentu saja string “oke” akan di-assign ke variabel $pass, dan menjadikan nilai variabel $pass sama dengan “oke”l

Untuk menghindari kesalahan,ada trik sederhana yaitu:

$pass   = ‘okey’;

Echo    ($pass == ‘oke’)  ?  ‘OKE’   :   ‘NOT OKE’;

// hasil  :  NOT OKE

// perhatikan operator untuk komparasi…!!

$pass1 = ‘Okey’;

Echo     ($pass1 = ‘oke)  ?  ‘OKE’    :  ‘NOT OKE’;

// hasil  : OKE

$pass2 =’okey’;

Echo     (‘oke’ = $pass2)  ?  ‘OKE’    :  ‘NOT OKE’;

// Hasil  : pesan error, kode tidak dieksekusi

Meskipun kode pada baris terakhirdi atas akan menghasilkan pesan kesalahan ketika menuliskan operator komparsi, tetapi tidak sampai berakibat meloloskan string password yang tidak valid.

Alternatif lain untuk melakukan komparasi adalah menggunakan operator ===(identik). Operator ini akan mengembalikan nilai true apabila operand yang dibandingkan memiliki nilai dan tipe sama. Ini berbeda sekali dengan operator ==, yang mengembalikan true jika nilai operand sama meskipun tipe datanya berbeda.

2.7.         Tanda Kutip Pada String

Parser PHP menentukan string-string dengan mencari pasangan tanda kutip. Oleh karena itu, semua string harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip yang sama, yaitu tunggal atau ganda. PAbila suatu string diapit oleh tanda kutip yang berbeda, parser PHP tidak akan menguraikan string tersebut.

Perbedaan penggunaa  tand kutip tunggal dan ganda terletak pada fitur yang disediakan, termasuk sintaks penulisan untuk variabel spesifik. Tand kutip ganda mangizinkan penggunaan karakter-karakter khusus, seperti /n, /t, /r, sedangkan tanda kutip tunggal ridak. Selain itu, ketika menggunakan variabel di dalam string, teras bahwa tand kutip ganda menawarkan cara yang lebih mudah.

$thn = date (“Y”);

Echo “Tahun $thn sekarang”;

//hasil : tahun 2006 sekarang

Echo “Tahun ($thn) sekarang”;

//hasil : tahun 2006 sekarang

Echo ‘Tahun $thn sekarang’;

//hasil : tahun 2006 sekarang

Echo ‘tahun  ‘.$thn.’ Sekarang’;

//hasil : tahun 2006 sekarang

Penggabungan string dan variabel pada fungsi string echo() yang menggunakan tanda kutip tunggal dilakukan dengan memanfaatkan operator konkatenasi (.). Untuk string dengan tanda kutip ganda, selain menggabungkan langsung, bisa manggunakan tand kurung kurawal. Tanda kurung kurawal ini umumnya dgunakan untuk mengacu ke variabel yang kompleks, misalnya mengandung array.

String dengan tanda kutip tunggal dan ganda ditangani secara berbeda oleh PHP. String yang digunakan tanda kutip ganda akan diinterpretasi, sedangkan string dengan tand kutip tunggal tidak diinterpretasi dan secara langsung diperlakukan sebagai string. Akibatnya, kode yang menggunakan tanda kutip tunggal akan berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan kode tanda kutip ganda.

2.8.         Manajemen String

Salah satu kasus sederhana terkait manajemen string adalah pembentukan string yang akan ditampilkan. Sebagai contoh, Kita memiliki string yang cukup panjang. Selanjutnya, agar memudahkan penulisan dan pembacaan kode, kita ingin memotong string ke dalam beberapa bagian.

Contoh:

Echo  ‘string1’;

Echo  ‘string2’;

Echo  ‘string3’;

Kode di atas memang akan bekerja, tapi hasilnya kurang efisien. Sebagai solusinya, gunakan tanda titik sebagai operator konkatensi (atau disebut operator dot). Hasilnya:

// eksekusi lebih cepat

$str      = ‘string1’;

$str      .= ‘string2’;

$str      .= ‘string3’;

Echo $str;

Dengan menjadikan bagian-bagian string ke dalam satu variabel string, akan mengakibatkan pemrosesan dilakukan lebih cepat dibanding kode sebelumnya.

2.9.            Operasi Array

Pembacaan elemen array merupakan kategori operasi dasar yang umum dilakukan. Adapun teknik yang sering digunakan adalah melakukan looping untuk mendapatkan elemen-elemen array. Meskipun operasi ini terlihat sepele, akan tetapi bisa menimbulkan kerugian jika tidak dilakukan dengan baik dan benar.

Contoh

$arr  = array ( ‘PHP’ , ‘javascript’.  ‘ASP’,  ‘HTML’ );

// Kurang efisien

// Recounting array tiap looping

For  ($i=0; $i<count ($arr);  $i ++)  {

Echo $arr[$i].   ‘<br>’;

}

Kode di atas memang akan bekerja seperti yang diharapkan, tapi tidak efisien sekali. Dimana setiap melakukan looping, kode akan mancari jumlah eleman array sehingga memboroskan sumber daya. Untuk cara yang lebih efisien, terlebih dahulu cari jumlah eleman array, baru kemudian dijadikan ekspresi loop for.

Ada kalanya, mungkin perlu mengkonversi string array, dan sebaliknya, array ke string. Kasus ini bisa diselesaikan dengan mudah melalui fungsi implode() dan explode()

2.10.          Swapping Variabel

Dalam kasus penukaran (swaaping) variabel, umumnya menggunakan bantuan variabel temporary. Tekniknya sderhana sekali, miaslnya variaebl x di-assign ke variabel temporary, kemudian variabel y di-assign ke x, dan variabel temporary di-assign ke-y. Akhirnya penukaran berhasil seperti yang diharapkan.

Sebenernya, dalam melakukan swapping variabel, tidak harus memerlukan bantuan variabel temporary. Solusinya adalah dengan memenfaatkan konstruksi bahasa list() dan array().

2.11.          Kode yang manageable

Walaupun diperbolahkan mencampur kode PHP dan HTML, tetapi perlu diperhatikan strateginya. Adapun strategi yang baik adalah memisahkan kode PHP dan HTML. Tekniknya, ketika ingin menampilkan dokumen HTML, akhiri kode PHP menggunakan tag penutup.

Contoh :

<?php

…….

…….

If (count(@$errors)  >  0)   {

?>

<form action=”<?$_SERVER[‘PHP_SELF’]?>”

Method=POST>

<table>

<tr>

<td>tgl lahir</td>

<td.<input name=”tgl”

Value=”<?php echo @$_post[‘tgl’];?>”></td>

<td><?php echo $warnings[‘tgl’];></td>

</tr>

</table>

<input value=”submit”>

</form>

<?php

}   else  {    //count  <  0

…….

…….

}

?>

Potongan kode program di atas lebih mudah dikelola (manageable), dibanding menanamkan kode HTML kedalam kode PHP. Disamping itu, kode seperti itu memungkinkan dilakukannya eksekusi yang lebih cepat. Secara garis besar, ketika web server membaca halaman web, perser PHP akan mencari tag untuk diterjemahkan sebagai kode PHP> Begitu tag ditemukan, parser akan mengeksekusi kode program sampai berakhir pada tag penutup. Selabihnya, yang diluar tag PHP dianggap bukan kode PHP sehingga juga tidak diproses oleh parser.

Kode-kode PHP akan dilayani oleh web server (apache) 2-10 kali lebih lambat disbanding halaman HTML statis. Oleh karena itu, jika performansi merupakan masalah sensitive, gunakan kode PHP seperlunya. Dengan kata lain, jangan “menanam” kode-kode HTML di dalam kode PHP.

2.12 Membaca dan Mengatur File Konfigurasi

Konfigurasi PHP diatur sepenuhnya oleh file bernama php.ini, yang dibaca setiap start-up. Sederhananya, perilaku dari PHP sangat ditentukan oleh konfigurasi directive-directive dip hp.ini. Apabila tidak memiliki akses langsung ke file php.ini, gunakan fungsi ini-set() (atau ini_alter()) untuk menetapkan konfigurasi baru. Parameter yang diperlukan adalah nama directive dan nilai konfigurasi.

Konfigurasi seperti ini hanya berlaku saat runtime kode saja, dengan kata lain, tidak melakukan pengubahan secara permanent. Begitu kode selesai dieksekusi, konfigurasi akan dikembalikan seperti semula. Disamping itu, tidak semua directive bisa diset saat runtime menggunakan ini_set(). Untuk lebih jelasnya lihat di dokumentasi PHP.

Apabila hanya ingin mencari informasi konfigursai directive tertentu tanpa mengubah nilainya, gunakan fungsi ini_get(). Adapun untuk semua konfigurasi, gunakan fungsi ini_get_all().

BAB III

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Teknik dasar pemrograman PHP meliputi penulisan sintaks, deklarasi variabel, pembuatan fungsi user-defined (UFDF), dan penggunaan fungsi-fungsi dasar. Tidak bisa dipungkiri, konsep-konsep ini merupakan salah satu kunci yang mendasari konsekuen pengembanagn aplikasi PHP.

Pada dasarnya PHP menyediakan beberapa fungsi string, dianataranya print() dan echo(), Fungsi print() berperilaku seperti fungsi pada umumnya, dan memiliki nilai kembalian (return value) berupa integer 1. Dengan demikian, print() dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi yang lebih kompleks. Sementara itu, echo()mempu menerima lebih dari satu parameter sekaligus, dan tidak memiliki nilai kembalian.

Penamaan variabel harus diawali dengan tanda dollar($) dan diikuti oleh nama ringkas. Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka, tapi bisa berisi angka dan karakter underscore (_). Untuk menghindari kesalahan dalam menggunakan variabel, perlu diketahui, nama variabel bersifat sensitive.

Tanda dollar berfugsi untuk membantu dalam membedakan variabel dengan fungsi dan keyword PHP. Tanda dollar adalah bagian dari nama variabel, atau bisa dikatakan sebagai suatu operator yang mangau ke memori.

Di PHP, bisa juga menciptakan nama variabel secara dinamis, yakni menggunakan sintaks variabel (double variabel). Variabel-variaebl mengambil nilai dari suatu variabel dan memperlakukannya seperti nama variabel

Dalam implementasi pembuatan kode program, secara garis besar ada tiga konstruksi bahasa yang digunakan untuk mengelola variabel, yaitu isset(), unset() dan empty()

Fungsi, atau method di paradigma objek, adalah blok kode yang dapat didefinisikan kemudian dipanggil (di-invoke) dari bagian lainprogram. Penggunaan frungsi dapat menjadikan kode program lebih moduler. Fungsi menyediakan kemampuan yang lebih baik bagi struktur kode agar dapat digunakan ulang (reusable).

Secara default, melewatkan (passing) argument pada suatu fungsi menggunakan value. Mekanisme yang dikenal sebagai passing-by-value ini, pada teknisnya, meng-copy nilai argument yang di-pass tersebut ke dalam variable local. Mekanisme lain dalam passing argumen adalah passing-by-reference.

Pernyataan kondisional seperti if dan switch mengizinkan blok kode yang berbeda untuk dieksekusi b ergabtung pada keadaan saat dieksekusi. Kondisi pada pernyataan if dapat berupa ekspresi apa pun, yang dievaluasi ke nilai Boolean (true atau false). Pada umumnya, pernyataan akan diletakkan ke dalam suatu blok dan diapit oleh tanda kurung kurawal.


DAFTAR PUSTAKA

Didik, D.P., “Pemrograman PHP”, elex media komputindo, 2006.

http://id.wikipedia.org/wiki/PHP

http://f4bregaz.blogspot.com/2009/02/sejarah-php.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: